Agustus 2017

Minggu, 13 Agustus 2017

Terbantu



Alhamdulillah kehamilan kedua memasuki usia 32 minggu. Ternyata Saya cukup deg-degan untuk yang kedua ini. Mungkin karna sudah tau apa yang akan dihadapi, bakalan sesakit apa, jadinya agak grogi.

Dianak pertama mah optimis banget. Nga takut, ya iyalah wong belum pernah ngalamin hehe...

Sepanjang kehamilan alhamdulillah sehat, jauh lebih ringan. Berkat pertolongan Allah semua berasa mudah. Meskipun beberapa waktu terakhir sering mengakami kaki kram dimalam hari. Tapi nga papa. Semuanya nikmat meski tengah malam teriak-teriak kesakitan hihi.

Dan Habib, usianya masih 1 tahun 3 bulan. Sepanjang usia itu pula Habib tidak pernah merepotkan Saya. Tak henti-hentinya bersyukur melihat Habib yang anteng, ceria dan tumbuh cerdas.

Sejak usia pas 1 tahun Habib sudah bisa jalan. Jadi sekarang jalannya jauh lebih lancar. Saya yang hamil besar tidak khawatir kalau ngajak Habib main. Sebab tidak perlu terlalu lama digendong.

Hamil makin tua makin berat, terutama dimalam hari. Dan Habib sangat membantu. Beberapa waktu terakhir Habib tidak pernah lagi nyusu dimalam hari kecuali sebelum tidur. Habib tidur pulas sampai subuh. Saya sangat terbantu, tidak harus repot membuatkannya susu. 

Habib memang sudah banyak makan nasi. Mungkin ini yang membuatnya tidak minta susu dimalam hari. Soal makanan, Saya sengaja tidak memberi pantangan apapun kepada Habib.

Alhamdulillah Habib suka makan. Apapun yang kami makan, Habib ikut makan. Tetap dalam porsinya dia. Yang penting homemade. 

Dan juga buah, Saya sengaja membiasakan Habib memakan segala macam buah agar konsumsi vitaminnya cukup sehingga daya tahan tubuhnya kuat. 

Diusia 1 tahun 3 bulan, Habib terlihat cerdas. Sesekali Habib sudah mengerti membuang sampah ditong sampah (kadang yang bukan sampah pun dibuang). Kemarin saat bermain dihalaman rumah. Tiba-tiba Habib membuang kresek ke selokan. 

"Habib, buang sampahnya disini nak...." kata saya sambil menunjuk tong sampah.

Eh nga disangka Habib masuk ke selokan (dangkal n kering) lalu mengambil kresek itu dan memasukkannya ke dalam tong sampah di halaman rumah. Masyaallah...

Semoga Habib bantu ummi tidak hanya saat hamil yah....tapi juga nanti setelah punya adek. Semoga selalu tumbuh sholih, cerdas dan mandiri. 





Jumat, 11 Agustus 2017

Dagang di Medsos, Ups


Zaman memang sudah lama berubah. Diera digital begini, butuh apa tinggal geser jempol selesai. Yang dibutuhkan nanti datang sendiri kerumah. Enak.

Banyak pegiat bisnis memanfaatkan kecanggihan zaman. Bisnis On-line. Promo dimedsos, ada yang tertarik, tanya-tanya, order, transfer, barang datang kerumah.

Kadang modal nol. Penghasilan lumayan bisa buat nambah-nambah uang pulsa hihi.

Nah, saya termasuk yang tertarik bisnis on-line. Latar belakangnya suka jualan, dah gitu aja. 

Ngeliat temen-temen gelar dagangan awakpun gatel nak gelar lapak. Padahal kadang untungnya cuma dapat capeknya aja alias tipis. Tapi yang namanya suka tetap aja senang.

Berbagai medsos dimanfaatkan. Mulai dari IG, BBM, FB.

Hmm nah khusus untuk promo via FB jujur kadang setengah hati. Rasanya mengganggu kenyamanan teman-teman di FB alias nyemak. Jarang banget nge-tag, malahan nga pernah. 

Entah kenapa hari ini promosi dan nge-tag teman yang sebelumnya sudah ditimbang-timbang nga bakalan komplein. Beliau di-tag karena tulus ngasih rekomendasi sebab barang yang saya tawarkan dijamin sangat memuaskan.

Ternyata ada yang KOMPLEIN dikolom komentar. Nyesss...yang ditakuti terjadi. Ada yang terganggu dengan niat saya.

Saya langsung minta maaf dan delete-tag nama beliau. Menyesal dan merasa bersalah.

Sayang, beliau menegur tidak via INBOX wkwk (pelajaran buat saya tentang adab menegur saudara).

Saya pribadi sengaja mengatur setingan FB agar siapapun yang tag tentang apapun tidak langsung muncul nyampah diwall.

Hanya sampai dinotification dan alhamdulillah tidak mengganggu saya. Saya bebas memilih apa yang ingin dan tidak ingin saya tampilkan. 

Dan buanyak yang tag dagangan. Salah satu ikhtiar teman-teman dalam menjemput rezekinya yang kadang mungkin melanggar adab. Tapi saya maklum. Ditag, dijoin kegrup, diBC dan lain-lain. Banyak cara bijak yang bisa dilakukan jika tidak suka. Yang penting saling mendoakan semoga rezeki lancar heheh...

Hari inipun ditegur saya sangat maklum. Pembelajaran heheh...