Perempuan Memesona

Kamis, 06 April 2017

Perempuan Memesona


Beberapa waktu yang lalu tiba-tiba pengen punya komunitas yang bisa menginspirasi dalam hal tulis menulis atau ngeblog. 

Dilatar belakangi oleh niat hati yang sebentar lagi akan mengakhiri status sebagai karyawati swasta menjadi Ibu Rumah Tangga full, akhirnya memilih untuk fokus belajar menulis via blog. 

Biar ntar nga bosen dirumah (antisipasi). Ngerasa klo menulis itu bakat terpendam yang jarang sekali diasah...ayeyy...GR banget punya bakat haha...

Googling ehh ketemu Komunitas Emak2 Blogger (KEB). Semangat isi formulir pengen gabung tapi eitssss....belum PD cuyy....setelah baca-baca tulisan sendiri, buka-buka blog yang masih ala kadarnya akhirnya nga PD (hiks...). Memilih untuk gabungnya entar aja, mo belajar dulu. Yang penting follow twitternya dulu haha...

Follow para blogger, baca-baca tulisan mereka. Stalking-stalking blognya. Alhamdulillah dapat banyak inspirasi. 

Beberapa blogger sepertinya sedang ikut lomba blog denga tema "Memesona Itu....". 

Baca-baca, ehh kepengen nulis juga Memesona Itu versi Akuh hihi. Nga papa deh nga ikut lomba, yang penting nulis. Kan lagi belajar ceritanya...

Duhhh pembukaannya kepanjangan haha pake acara pemaparan kronologi ditemukannya KEB sagala ckck..

Ngomong-ngomong bagi setiap perempuan #Memesona Itu ada banyak versi. Ada yang bilang #Memesona itu perempuan yang cerdas, cantik, baik hati, mudah bergaul, dan berjiwa sosial.

Saya sepakat perempuan seperti itu #Memesona. 

Tapi kali ini izinkan Saya bicara tentang #Memesona Itu versi Saya yah...hehe

Ini pengalaman pribadi. Saya melihat persis bagaimana perempuan-perempuan disekitar saya dan bahkan mungkin termasuk saya (mungkin lo yaa...belum tentu haha), mengalami perjalanan kehidupan yang rumit. 

Diuji dengan kesempitan ekonomi masih bisa membuat mereka tertawa. Karna memang dibalik kesulitan PASTI ada kemudahan. Tetap bisa tampil #Memesona.

Jodoh yang tak kunjung datang bukan sebuah kemalangan yang harus diratapi. Toh klo nga ketemu didunia akan bertemu diakhirat bukan? Sebab setiap makhluk ada jodohnya. Justru selagi single bebas merayap kemana-mana. Traveling mengelilingi dunia, jomblo bahagia. Tidak menjadi hambatan untuk tetap eksis. Masih tetap #Memesona.

Sudah nikah tapi belum dikaruniai momongan insyaallah masih bisa #Memesona. Ada banyak sodara dan teman-teman yang punya anak. Bisa main, dipeluk dan dicium layaknya anak sendiri. Lagi pula kenapa harus patah hati, toh sekian banyak istri Rasulullah yang punya anak cuma Khadijah loo...yang lain? Apa mereka mengahabiskan hidupnya dengan bersedih? Para istri Rasulullah tetap #Memesona tanpa adanya anak.

Tapi bagaimana dengan perempuan-perempuan yang harus menjalani hari-harinya dengan rasa sakit (bathin lo ya bukan fisik) yang terus mendera, menahun karna memilih untuk terus bertahan? Dengan rasa kecewa yang telah menumpuk kemudian membeku? Dan bahkan diwarnai kebencian. Apa masih bisa #Memesona?.

Perempuan yang terus disakiti oleh orang-orang terdekat yang mereka cintai. Yang bahkan seumur hidupnya terus bertahan menahan rasa sakit hingga mati rasa. Bagaima cara mereka untuk tetap hidup #Memesona? 

Perempuan yang harusnya dinafkahi tapi mencari nafkah. Perempuan yang harusnya dilindungi dan disayangi tapi justru disakiti. Perempuan yang harusnya dihormati malah dilecehkan. Perempuan yang memiliki sandaran tapi tidak boleh bersandar. Daaaan lainnya.....

Nahh lohh...santai...jangan terlalu serius haha

Perempuan yang kuat meminta maaf ketika salah dan kuat untuk selalu memaafkan kesalahan itu #Memesona.

Perempuan yang mampu melerai setiap rasa kecewa yang pernah singgah itu #Memesona.

Perempuan yang move on dan melupakan semua kepahitan itu #Memesona.

Perempuan yang terus berkarya dan pantang menyerah ditengan kesulitan dan minimnya dukungan itu #Memesona.

Perempuan ikhlas dan sabar terhadap kesalahan orang-orang terdekat meski sudah tidak ada alasan lagi untuk tetap ikhlas dan sabar kecuali karna Allah itu #Memesona.

Perempuan yang mengahapus air matanya sendiri dan yakin bahwa Allah selalu bersamanya itu #Memesona.

Perempuan yang yakin akan kasih sayang Allah itu #Memesona.

Perempuan yang semakin diuji semakin dekat dengan Allah itu #Memesona.

Hmmm....apa lagi ya. Itu aja dulu cukup...

Semoga segala kesabaran, keikhlasan dan perjuangan perempuan #Memesona mendapatkan balasan yang lebih baik disisi Rabb mereka. Amin.

Yukkk marii sarapaaann. Terus semangat para perempuan #Memesona. 






0 komentar :

Posting Komentar