Opini

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juli 2017

Pemuda Gagal


Saya penggemar instagram. Suka buka IG sekedar liat-liat foto yang kebanyakan didominasi foto dagangan orang hahah... 

Sebagiannya ada juga akun inspirasi. Beberapa waktu yang lalu akun @nikahasik memposting sebuah gambar tentang pemuda yang menyayat nadinya sendiri.

Foto itu dilengkapi dengan caption menggunakan bahasa remaja alay lengkap dengan penulisan ala anak alay. Pemuda patah hati (waduh).

Saya teringat beberapa tahun yang lalu, dua orang pemuda (wajah cukup cakep) dikampung saya memilih mengakhiri hidupnya karna patah hati ditinggal pacar. Mereka gantung diri. Na'udzubillah min dzalik.

Pemuda kurang piknik menurut saya. Kata orang piknik bukan berarti harus jalan-jalan ya. Kurang piknik maksud saya kurang dekat sama penciptaNya. Nga kenal sama Tuhannya, bahkan sama dirinya sendiri.

Memang kalau dilihat dari kedua pemuda dikampung saya itu memiliki latar belakang keluarga yang brokenhome. Kurang kasih sayang & perhatian (sepertinya). Rumah tangga orang tua yang berantakan sehingga tidak mendapatkan didikan yang layak.

Sehingga terbentuk jiwa yang rapuh. Jiwa miskin yang tidak kenal dengan Rabbnya. Saat ada yang memberikan cinta & kasih sayang (pacar red.) seolah itulah cinta satu-satunya didunia ini. Takut kehilangan.

Dan syaithan bebas mengobrak-abrik jiwa pemuda yang kosong seperti ini. Jiwa kesepian yang jauh dari Allah. Lemah, rapuh dan lahirlah pemuda-pemuda alay bin lebay. Pemuda yang jangankan ngomongin masa depan dan negara, ngomongin dirinya sendiri aja nga mudeng.

Padahal pemuda itu agen of change. Yang bakalan jadi pemimpin dimasa depan. Lah gimana mo jadi pemimpin klo masih muda udah mengakhiri hidupnya ckck...

Berawal dari tanggungjawab didalam rumah tangga. Menjaga dan membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi pemuda yang berkualitas. Pemuda harapan bangsa yang berjiwa kuat jauh dari sifat alay.

Pemuda yang mengenal dirinya, mengenal tuhannya. Tau tujuan hidup, tau bagaimana hidup. Pemuda sukses bukan pemuda gagal.

Tiba-tiba sebagai istri & ibu Saya ingat anak-anak saya. Apa yang saya berikan akan menjadi nutrisi pertumbuhan jiwanya. Tidak ada tempat berlindung dan memohon pertolongan selain kepada Allah.

Dan (kita) siapa saja yang saat ini berstatus remaja atau pemuda, yukk open mind. Buka fikiran. Banyak-banyak belajar terutama belajar agama. Baca buku-buku yang memberikan nilai positif. Selektiflah dalam bergaul dan bersahabat.

Andaipun takdir memberikan kita keluarga yang tidak harmonis, pun bukan tidak bisa bangkit dan memiliki hidup yang lebih baik. Tidak akan ada yang merubah kehidupan suatu kaum kecuali mereka sendiri yang merubahnya (kata Allah). Jadi kudu usaha.

Agar kita tidak menjadi pemuda alay, pemuda gagal. Allah nga tanggung-tanggung loo memberikan reward bagi pemuda yang sholeh diusia muda.

Pemuda yang menghabiskan waktu mudanya untuk beribadah kepada Allah akan Allah masukkan ke dalam syurga tanpa hisab (semoga nga salah).

Nah loh...mantap kan 😋

Duhhh urut dada liat gambarnya.




Kamis, 22 Juni 2017

Rezeki Tak Terduga.


Dibanyak kesempatan, Saya menyaksikan topik yang paling banyak dibicarakan disela-sela jam luang di tempat kerja adalah tentang bagaimana memiliki inventaris (harta) seperti rumah, mobil dan motor.

Yang dibicarakan adalah tentang type apa, berapa harga, berapa DP (uang muka), jangka waktu berapa lama, persentase bunga berapa, cicilan perbulan berapa. 

Sementara saya hanya menjadi tukang kuping di sudut ruangan yang sepi dikeramaian (halah).

Memang pembelian inventaris sejenis rumah, mobil & motor sebagian besar rakyat indonesia baru bisa mendapatkannya dengan cara kredit melalui fasilitas bank-bank yang ada. 

Pun yang mampu memiliki secara cash tetap memilih menggunakan fasilitas kredit dan uangnya dipakai untuk urusan yang lain.

Lalu apa menariknya membicarakan kredit? Lha memangnya siapa yang mau ngomongin transaksi kredit hehe....

Saya memang tidak akan membicarakan tentang transaksi kredit via fasilitas bank, apalagi tatacara plus keuntungannya (karna setau saya cuma ada ruginya hihi).

Atau membicarakan soal kredit berbunga yang menurut syariat islam adalah riba juga nga bakalan saya bahas detail karna bukan kapasitas Saya (meski saya meyakini hal ini).

Tetapi ditulisan ini Saya cuma mau berbagi pengalaman hidup, tapi sayang pendahuluannya kepanjangan. Maklum belum lihai nulis hehe.

Sejak menikah, saya dan suami punya misi untuk membangun rumah tangga tanpa riba (doakan yah misi ini lancar jaya hingga maut menjemput kami berdua). Mau beli apa saja diusahakan cash (sesuatu yang jelas akan berat sekali).

Mungkin akan ada suatu saat via kredit tapi tanpa bunga (kredit berbunga menurut syariat islam adalah riba). Murni transaksi kredit, harga sekian akan dicicil sekian kali. Nga ada denda jika terlambat bayar cicilan dan aturan lainnya yang tidak melanggar syariat.

Ada nga ya? Insyaallah nanti bakalan ada. Optimis.

Lalu? lalu ya gitu deh. Selama menikah mungkin akan menjadi kontraktor sejati hihi (meski slip gaji klo dikasih ke bank kayaknya bakalan lolos ambil rumah kredit).

Ya namanya juga pilihan, meski orang ngeliatnya pahit nga papa asal Allah suka dan yang penting kita yang menjalaninya happy.

Atau motor klo belum ada ya disewa. Atau lain-lain selagi bisa pinjem, pinjem aja dulu. Intinya mah siap sedia hidup apa adanya. No gengsi.

Ternyata masyaAllah indahnya hidup tanpa hutang (baru ngerasain). Klo telat gajian cuma perlu mikirin gimana cara beli susu anak. 

Nga perlu pusing mikirin cicilan ini itu yang telat bayar bakalan kena denda. Gaji dengan angka sekian itu Alhamdulillah berasa banyak. Jika ada sisa, semangat untuk ditabung.

Ntar giliran yang lain bicara renovasi rumah, kita mah tetap menjadi pendengar setia hehe.

Inilah pilihan. Pilihan karena sebuah keyakinan berharap barokah dan keridhoan Allah SWT dalam hidup yang sementara dan fana ini.

Belajar untuk bertaqwa (masih dan akan selalu belajar). Mencoba untuk qona'ah. Mensyukuri apa yang ada yang penting Allah ridho.

Dan janji Allah akan selamanya benar. Bahwa Allah akan berikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi hambanya yang bertaqwa. Yang dengan senang hati menjalankan perintahNya dan dengan sabar meninggalkan larangannya. 

Silahkan untuk lebih detail bisa baca artikel berikut https://almanhaj.or.id/990-t-a-q-w-a.html


Yakinlah, kemudahan demi kemudahan benar-benar Allah berikan jika taqwa memang menjadi pilihan. Dan yang pasti dada terasa lapang (pokoknya lebih lapang dari lapangan bola hehe). 

Hidup tenang. Dan saat Allah memberikan kita rezeki yang tidak disangka-sangka itu, rasa syukurnya luar biasa. Dahsyat.

Bahagia sekali ketika mendapati ada teman memilih jalan yang sama. Sebagian sudah terlanjur basah dan berniat untuk segera melunasi hutang-hutangnya (bahkan ada yang sudah melunasinya).

Saya yakin itu semua pasti sabgat berat,bukan sesuatu yang mudah. Tapi jika semua karena Allah maka akan ringan. Kemudahan itu pasti Allah datangkan bersama kesungguhan. 

Dan terakhir, semoga tulisan curhat-curhatan ini bermanfaat. Hidup adalah pilihan. Selamat memilih.








Selasa, 02 Mei 2017

Bagaimana Berempati



Suatu ketika saat pulang kampung Batam-Payakumbuh. Beli oleh-oleh yang ternyata golongan coklat, keripik dan kacang-kacangan semua.

Sesampai dirumah banyak yang bahagia. Semua kebagian. Kecuali satu orang.

Ibu bilang "Kenapa bawa yang keras-keras semua? Abahmu sudah tidak punya gigi...." 

Rasa bersalah menjalari relung hatiku. Sejauh inikah Aku dengan Abah. Hingga tidak "ngeh" kalau beliau sudah tidak punya gigi?. 

Tanpa bisa ku bantah bahwa saat itu Aku melupakan & tidak memikirkannya 😢

Mungkin ini yang disebut tidak care, tidak ada empati sebab sebelumnya Aku sudah tau gigi Abah sudah mulai rontok. 

Hal sederhana yang pasti menyedihkan buat Abah. Sebagai manusia biasa  hampir semua kita mengharapkan sebuah empati , terutama dari orang-orang yang kita sayang.

Tanpa meminta dibelikan oleh-oleh yang bertekstur lembut, harusnya Aku berempati kepada Abah. Sebagai anak Aku merasa berdosa. Sejak saat itu Aku selalu belikan bolu khusus untuk Abah jika hendak pulang kampung 😀😀

Bagiku itulah yang disebut empati alias care. Datang tanpa dipanggil. Memberi tanpa diminta. Ingat tanpa diingatkan.

Ini hanyalah salah satu contoh kasus. Banyak lagi yang lainnya. Bisa jadi memberikan kursi yang sedang diduduki untuk ibu hamil yang tidak kebagian tempat duduk diatas bus. Bisa berupa uluran beberapa lembar rupiah saat teman ketinggalan dompet atau mungkin kehilangan. Dan lain sebagainya.

Selamat belajar untuk menumbuhkan sifat mudah berempati. Sebelum empati kepada orang lain, keluarga lebih dulu berhak mendapatkan empati kita. 

Selamat belajar, terutama untuk diri saya sendiri.

Selasa, 25 April 2017

Nga Pacaran Nga Nikah? HOAX



26 Rajab 1438 H passs 2 tahun pernikahan kami. Alhamdulillah....berasa baru kemaren ijab kabul eh sekarang udah mau punya dua anak aja. Cepet yah wkwk...

Hmmm mo ngeluarin uneg-uneg sikit....heheh

Saya menikah diusia 28 thn. Sempat ngerasain yang namanya dinyinyirin. Ditanya-tanya. Di bully. Dihati nyesss tapi harus tetap keliatan stay cool.

"Gimana mo nikah, pacaran aja nga pernah...." (owhhh....)

"Gimana mo nikah, sama laki-laki aja takut..  " (Hellooo hehe..)

"Teman-temanmu ada yang cowok kan..." (Ya Ada laa...)

"Banyak-banyak senyum, gaya-gaya sikit biar ada yang suka...." (Tampil apa adanya lebih baik...)

etc.. 

Hmmm gimana ya buat ngejelasin klo pernyataan diatas itu semua menyesatkan hehehe.. 

Bagi sebagian orang mungkin memang sulit untuk memahami tentang prinsip seseorang yang memegang teguh ajaran agama (red. islam). Atau ini bukti klo dakwah islam mesti digenjot lagi...

Tidak pacaran bukan sesuatu yang memalukan. Malah sebuah kemuliaan. Sebab dalam Al-Quran Allah memerintahkan baik laki-laki maupun wanita agar menjaga pandangan mereka dari yang tidak halal, agar tidak mendekati zina. Nah pacaran kan jelas melanggar kedua hal tersebut.

Bagi perempuan, tidak pacaran dan menjaga diri dari hubungan yang belum halal adalah sebuah upaya menjaga izzah alias kehormatan diri.

Menjadi kertas putih hingga tiba masanya seorang lelaki halal dibolehkan untuk corat-coret dikertasnya.

Semakin terjaga seorang wanita, semakin dia terhormat. Kalau dimata manusia tidak, yang pasti dimata Allah jelas dia mulia. 

Memang, manusia memandang sesuai ilmu pengetahuannya. Jadi wajar klo ada yang memandang tidak pacaran itu sebuah aib atau pacaran itu keren. Mungkin beliau belum mengetahui.  

Trus, tidak sedikit juga yang percaya klo untuk mendapatkan jodoh itu harus pacaran. Nga pacaran Nga nikah. Jelas banget ini Hoax.

Buktinya banyak diluar sana mereka yang nga pacaran sebelumnya tapi malah berjodoh. Nah Saya salah satunya (tersipu).

Jodoh sudah tertulis dilauh mahfuz 50 ribu tahun sebelum bumi ini diciptakan (klo nga salah begitu dalam islam. Klo salah mohon dikoreksi yaa..).

Jadi, nga usah risau. Tunggu aja sampai waktu yang telah ditentukan jodoh akan datang dengan cara yang indah. Bersabar. Dan kelak nikmati manisnya buah kesabaran. Bahkan tak jarang Allah memberi melebihi apa yang kita inginkan.

Lah jadi nga usah ada usaha? Ya harus tetap usaha dong. Tapi dengan cara yang dibolehkan oleh syariat agama. Tidak keluar dari koridor yang telah Allah tentukan. Apa aja? Nah yuuk belajar lebih banyak lagi. Biar tau apa aja cara yang diajarkan Rasulullah untuk menemukan jodoh.

Apa boleh lewat pacaran? Ya jelas nga boleh.
Kenapa? Yukk dipelajari lagi. Ngelmu dan ngelmu....

Nga pernah pacaran trus tiba-tiba nikah, gimana tuh?

Sesuatu yang dilakukan karna mengharap ridho Allah, sesuai dengan petunjuk Allah akan mendapatkan barokah dari Allah. Nga usah khawatir. Klo barokah sudah ditangan, yang nga cinta jadi cinta. Cinta mati malah heheh...

Tiap hari terjatuh-jatuh cinta. Cintanya awet karna yang maha memiliki cinta yang mengaruniakannya.

Saya telah membuktikan klo nga pacaran jodoh tetep datang. Jika memang Allah sudah mentakdirkan, tidak ada yang bisa menolaknya. 

Kemudian barokah itulah yang mendatangkan kebahagiaan.

Pada akhirnya pasti bersyukur telah memberikan yang terbaik untuk dia yang memang ditakdirkan menjadi pendamping hidup tanpa ada kisah-kasih pendahuluan. Berkat pertolongan Allah tentunya....

So bagi yang sudah berniat untuk menjaga diri hingga halal jangan lupa berdoa yah...semoga Allah beri kekuatan untuk istiqomah. Karna ujian-ujian itu pasti datang. Adaaa aja yang PDKT wkwk...

Bagi yang belum paham kenapa mesti menjauhi pacaran, Yukk belajar agama lebih dalam lagi. Biar nga hanya why? why?. Tidak mau karna belum paham. Belum paham karena tidak tahu.

Bagi yang sudah terlanjur basah, jangan mandi sekalian yah. Masih ada matahari yang bisa mengeringkan. Ampunan Allah maha luas, seluas kasih sayangNYA.

Semangat!!!
Fastabiqul khairat. 




























Kamis, 06 April 2017

Perempuan Memesona


Beberapa waktu yang lalu tiba-tiba pengen punya komunitas yang bisa menginspirasi dalam hal tulis menulis atau ngeblog. 

Dilatar belakangi oleh niat hati yang sebentar lagi akan mengakhiri status sebagai karyawati swasta menjadi Ibu Rumah Tangga full, akhirnya memilih untuk fokus belajar menulis via blog. 

Biar ntar nga bosen dirumah (antisipasi). Ngerasa klo menulis itu bakat terpendam yang jarang sekali diasah...ayeyy...GR banget punya bakat haha...

Googling ehh ketemu Komunitas Emak2 Blogger (KEB). Semangat isi formulir pengen gabung tapi eitssss....belum PD cuyy....setelah baca-baca tulisan sendiri, buka-buka blog yang masih ala kadarnya akhirnya nga PD (hiks...). Memilih untuk gabungnya entar aja, mo belajar dulu. Yang penting follow twitternya dulu haha...

Follow para blogger, baca-baca tulisan mereka. Stalking-stalking blognya. Alhamdulillah dapat banyak inspirasi. 

Beberapa blogger sepertinya sedang ikut lomba blog denga tema "Memesona Itu....". 

Baca-baca, ehh kepengen nulis juga Memesona Itu versi Akuh hihi. Nga papa deh nga ikut lomba, yang penting nulis. Kan lagi belajar ceritanya...

Duhhh pembukaannya kepanjangan haha pake acara pemaparan kronologi ditemukannya KEB sagala ckck..

Ngomong-ngomong bagi setiap perempuan #Memesona Itu ada banyak versi. Ada yang bilang #Memesona itu perempuan yang cerdas, cantik, baik hati, mudah bergaul, dan berjiwa sosial.

Saya sepakat perempuan seperti itu #Memesona. 

Tapi kali ini izinkan Saya bicara tentang #Memesona Itu versi Saya yah...hehe

Ini pengalaman pribadi. Saya melihat persis bagaimana perempuan-perempuan disekitar saya dan bahkan mungkin termasuk saya (mungkin lo yaa...belum tentu haha), mengalami perjalanan kehidupan yang rumit. 

Diuji dengan kesempitan ekonomi masih bisa membuat mereka tertawa. Karna memang dibalik kesulitan PASTI ada kemudahan. Tetap bisa tampil #Memesona.

Jodoh yang tak kunjung datang bukan sebuah kemalangan yang harus diratapi. Toh klo nga ketemu didunia akan bertemu diakhirat bukan? Sebab setiap makhluk ada jodohnya. Justru selagi single bebas merayap kemana-mana. Traveling mengelilingi dunia, jomblo bahagia. Tidak menjadi hambatan untuk tetap eksis. Masih tetap #Memesona.

Sudah nikah tapi belum dikaruniai momongan insyaallah masih bisa #Memesona. Ada banyak sodara dan teman-teman yang punya anak. Bisa main, dipeluk dan dicium layaknya anak sendiri. Lagi pula kenapa harus patah hati, toh sekian banyak istri Rasulullah yang punya anak cuma Khadijah loo...yang lain? Apa mereka mengahabiskan hidupnya dengan bersedih? Para istri Rasulullah tetap #Memesona tanpa adanya anak.

Tapi bagaimana dengan perempuan-perempuan yang harus menjalani hari-harinya dengan rasa sakit (bathin lo ya bukan fisik) yang terus mendera, menahun karna memilih untuk terus bertahan? Dengan rasa kecewa yang telah menumpuk kemudian membeku? Dan bahkan diwarnai kebencian. Apa masih bisa #Memesona?.

Perempuan yang terus disakiti oleh orang-orang terdekat yang mereka cintai. Yang bahkan seumur hidupnya terus bertahan menahan rasa sakit hingga mati rasa. Bagaima cara mereka untuk tetap hidup #Memesona? 

Perempuan yang harusnya dinafkahi tapi mencari nafkah. Perempuan yang harusnya dilindungi dan disayangi tapi justru disakiti. Perempuan yang harusnya dihormati malah dilecehkan. Perempuan yang memiliki sandaran tapi tidak boleh bersandar. Daaaan lainnya.....

Nahh lohh...santai...jangan terlalu serius haha

Perempuan yang kuat meminta maaf ketika salah dan kuat untuk selalu memaafkan kesalahan itu #Memesona.

Perempuan yang mampu melerai setiap rasa kecewa yang pernah singgah itu #Memesona.

Perempuan yang move on dan melupakan semua kepahitan itu #Memesona.

Perempuan yang terus berkarya dan pantang menyerah ditengan kesulitan dan minimnya dukungan itu #Memesona.

Perempuan ikhlas dan sabar terhadap kesalahan orang-orang terdekat meski sudah tidak ada alasan lagi untuk tetap ikhlas dan sabar kecuali karna Allah itu #Memesona.

Perempuan yang mengahapus air matanya sendiri dan yakin bahwa Allah selalu bersamanya itu #Memesona.

Perempuan yang yakin akan kasih sayang Allah itu #Memesona.

Perempuan yang semakin diuji semakin dekat dengan Allah itu #Memesona.

Hmmm....apa lagi ya. Itu aja dulu cukup...

Semoga segala kesabaran, keikhlasan dan perjuangan perempuan #Memesona mendapatkan balasan yang lebih baik disisi Rabb mereka. Amin.

Yukkk marii sarapaaann. Terus semangat para perempuan #Memesona. 






Senin, 03 April 2017

Sumber Kebahagiaan


Yang miskin mengira kekayaan membahagiakan. Yang sakit berfikir kesehatan membahagiakan. Yang belum menikah merasa seolah akan bahagia dengan pernikahan. Yang belum dikaruniai anak menyangka anak akan menjadi sumber kebahagiaan.

Hampir setiap kita mengira bahwa dunialah yang akan memberi kebahagiaan.

Kecukupan dunia tiadalah mampu membahagiakan hati yang lalai dan penuh kemaksiatan. Meski tertawa tapi jiwamu hampa. Terlihat makmur sejatinya gersang. Meski punya segalanya, tetap ada yang kurang.


Ingatan balik ke masa lalu. Saat dimana sakit pernah singgah. Kehilangan pekerjaan. Keluarga yang berantakan. Status yang masih saja single disaat teman sesama besar sudah pada punya anak. Tapi, bahagia tetap menghiasi jiwa. Jiwa jauh dari hampa apalagi yang namanya gersang. Allah lagi, Allah terus. Kedekatan dengan Allah membuat kesusahan dunia tiadalah berarti.

Kesenangan dunia bukanlah segalanya. Tidak ada yang paling membahagiakan kecuali mencintai dan dicintai Allah. Mendekat-dekat kepadaNYA menentramkan, membahagiakan, membuat jiwa tenang. Aku percaya bahwa benar adanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

Bersyukur disaat lalai Allah peluk kembali. Setelah bergelimang kesia-siaan, kehilangan rasa nikmat beribadah kepadaNYA lalu Allah ingatkan kembali. Kegelisahan adalah kode tidak terurusnya hati.

Muhasabah (intropeksi) diri penting. Sebelum terlalu jauh menjauh.