Rezeki Tak Terduga.
Dibanyak kesempatan, Saya menyaksikan topik yang paling banyak dibicarakan disela-sela jam luang di tempat kerja adalah tentang bagaimana memiliki inventaris (harta) seperti rumah, mobil dan motor.
Yang dibicarakan adalah tentang type apa, berapa harga, berapa DP (uang muka), jangka waktu berapa lama, persentase bunga berapa, cicilan perbulan berapa.
Sementara saya hanya menjadi tukang kuping di sudut ruangan yang sepi dikeramaian (halah).
Memang pembelian inventaris sejenis rumah, mobil & motor sebagian besar rakyat indonesia baru bisa mendapatkannya dengan cara kredit melalui fasilitas bank-bank yang ada.
Pun yang mampu memiliki secara cash tetap memilih menggunakan fasilitas kredit dan uangnya dipakai untuk urusan yang lain.
Lalu apa menariknya membicarakan kredit? Lha memangnya siapa yang mau ngomongin transaksi kredit hehe....
Saya memang tidak akan membicarakan tentang transaksi kredit via fasilitas bank, apalagi tatacara plus keuntungannya (karna setau saya cuma ada ruginya hihi).
Atau membicarakan soal kredit berbunga yang menurut syariat islam adalah riba juga nga bakalan saya bahas detail karna bukan kapasitas Saya (meski saya meyakini hal ini).
Tetapi ditulisan ini Saya cuma mau berbagi pengalaman hidup, tapi sayang pendahuluannya kepanjangan. Maklum belum lihai nulis hehe.
Sejak menikah, saya dan suami punya misi untuk membangun rumah tangga tanpa riba (doakan yah misi ini lancar jaya hingga maut menjemput kami berdua). Mau beli apa saja diusahakan cash (sesuatu yang jelas akan berat sekali).
Mungkin akan ada suatu saat via kredit tapi tanpa bunga (kredit berbunga menurut syariat islam adalah riba). Murni transaksi kredit, harga sekian akan dicicil sekian kali. Nga ada denda jika terlambat bayar cicilan dan aturan lainnya yang tidak melanggar syariat.
Ada nga ya? Insyaallah nanti bakalan ada. Optimis.
Lalu? lalu ya gitu deh. Selama menikah mungkin akan menjadi kontraktor sejati hihi (meski slip gaji klo dikasih ke bank kayaknya bakalan lolos ambil rumah kredit).
Ya namanya juga pilihan, meski orang ngeliatnya pahit nga papa asal Allah suka dan yang penting kita yang menjalaninya happy.
Atau motor klo belum ada ya disewa. Atau lain-lain selagi bisa pinjem, pinjem aja dulu. Intinya mah siap sedia hidup apa adanya. No gengsi.
Ternyata masyaAllah indahnya hidup tanpa hutang (baru ngerasain). Klo telat gajian cuma perlu mikirin gimana cara beli susu anak.
Nga perlu pusing mikirin cicilan ini itu yang telat bayar bakalan kena denda. Gaji dengan angka sekian itu Alhamdulillah berasa banyak. Jika ada sisa, semangat untuk ditabung.
Ntar giliran yang lain bicara renovasi rumah, kita mah tetap menjadi pendengar setia hehe.
Inilah pilihan. Pilihan karena sebuah keyakinan berharap barokah dan keridhoan Allah SWT dalam hidup yang sementara dan fana ini.
Belajar untuk bertaqwa (masih dan akan selalu belajar). Mencoba untuk qona'ah. Mensyukuri apa yang ada yang penting Allah ridho.
Belajar untuk bertaqwa (masih dan akan selalu belajar). Mencoba untuk qona'ah. Mensyukuri apa yang ada yang penting Allah ridho.
Dan janji Allah akan selamanya benar. Bahwa Allah akan berikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bagi hambanya yang bertaqwa. Yang dengan senang hati menjalankan perintahNya dan dengan sabar meninggalkan larangannya.
Silahkan untuk lebih detail bisa baca artikel berikut https://almanhaj.or.id/990-t-a-q-w-a.html
Yakinlah, kemudahan demi kemudahan benar-benar Allah berikan jika taqwa memang menjadi pilihan. Dan yang pasti dada terasa lapang (pokoknya lebih lapang dari lapangan bola hehe).
Hidup tenang. Dan saat Allah memberikan kita rezeki yang tidak disangka-sangka itu, rasa syukurnya luar biasa. Dahsyat.
Bahagia sekali ketika mendapati ada teman memilih jalan yang sama. Sebagian sudah terlanjur basah dan berniat untuk segera melunasi hutang-hutangnya (bahkan ada yang sudah melunasinya).
Saya yakin itu semua pasti sabgat berat,bukan sesuatu yang mudah. Tapi jika semua karena Allah maka akan ringan. Kemudahan itu pasti Allah datangkan bersama kesungguhan.
Saya yakin itu semua pasti sabgat berat,bukan sesuatu yang mudah. Tapi jika semua karena Allah maka akan ringan. Kemudahan itu pasti Allah datangkan bersama kesungguhan.
Dan terakhir, semoga tulisan curhat-curhatan ini bermanfaat. Hidup adalah pilihan. Selamat memilih.

0 komentar :
Posting Komentar