Saya penggemar instagram. Suka buka IG sekedar liat-liat foto yang kebanyakan didominasi foto dagangan orang hahah...
Sebagiannya ada juga akun inspirasi. Beberapa waktu yang lalu akun @nikahasik memposting sebuah gambar tentang pemuda yang menyayat nadinya sendiri.
Foto itu dilengkapi dengan caption menggunakan bahasa remaja alay lengkap dengan penulisan ala anak alay. Pemuda patah hati (waduh).
Saya teringat beberapa tahun yang lalu, dua orang pemuda (wajah cukup cakep) dikampung saya memilih mengakhiri hidupnya karna patah hati ditinggal pacar. Mereka gantung diri. Na'udzubillah min dzalik.
Pemuda kurang piknik menurut saya. Kata orang piknik bukan berarti harus jalan-jalan ya. Kurang piknik maksud saya kurang dekat sama penciptaNya. Nga kenal sama Tuhannya, bahkan sama dirinya sendiri.
Memang kalau dilihat dari kedua pemuda dikampung saya itu memiliki latar belakang keluarga yang brokenhome. Kurang kasih sayang & perhatian (sepertinya). Rumah tangga orang tua yang berantakan sehingga tidak mendapatkan didikan yang layak.
Sehingga terbentuk jiwa yang rapuh. Jiwa miskin yang tidak kenal dengan Rabbnya. Saat ada yang memberikan cinta & kasih sayang (pacar red.) seolah itulah cinta satu-satunya didunia ini. Takut kehilangan.
Dan syaithan bebas mengobrak-abrik jiwa pemuda yang kosong seperti ini. Jiwa kesepian yang jauh dari Allah. Lemah, rapuh dan lahirlah pemuda-pemuda alay bin lebay. Pemuda yang jangankan ngomongin masa depan dan negara, ngomongin dirinya sendiri aja nga mudeng.
Padahal pemuda itu agen of change. Yang bakalan jadi pemimpin dimasa depan. Lah gimana mo jadi pemimpin klo masih muda udah mengakhiri hidupnya ckck...
Berawal dari tanggungjawab didalam rumah tangga. Menjaga dan membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi pemuda yang berkualitas. Pemuda harapan bangsa yang berjiwa kuat jauh dari sifat alay.
Pemuda yang mengenal dirinya, mengenal tuhannya. Tau tujuan hidup, tau bagaimana hidup. Pemuda sukses bukan pemuda gagal.
Tiba-tiba sebagai istri & ibu Saya ingat anak-anak saya. Apa yang saya berikan akan menjadi nutrisi pertumbuhan jiwanya. Tidak ada tempat berlindung dan memohon pertolongan selain kepada Allah.
Dan (kita) siapa saja yang saat ini berstatus remaja atau pemuda, yukk open mind. Buka fikiran. Banyak-banyak belajar terutama belajar agama. Baca buku-buku yang memberikan nilai positif. Selektiflah dalam bergaul dan bersahabat.
Andaipun takdir memberikan kita keluarga yang tidak harmonis, pun bukan tidak bisa bangkit dan memiliki hidup yang lebih baik. Tidak akan ada yang merubah kehidupan suatu kaum kecuali mereka sendiri yang merubahnya (kata Allah). Jadi kudu usaha.
Agar kita tidak menjadi pemuda alay, pemuda gagal. Allah nga tanggung-tanggung loo memberikan reward bagi pemuda yang sholeh diusia muda.
Pemuda yang menghabiskan waktu mudanya untuk beribadah kepada Allah akan Allah masukkan ke dalam syurga tanpa hisab (semoga nga salah).
Nah loh...mantap kan 😋
Duhhh urut dada liat gambarnya.