Yeayyy 15 Mei kedua terlewati....
2 tahun pernikahan. Alhamdulillah keberkahan demi keberkahan sudah dirasakan. Tiada yang ingin diucap selain bahasa kesyukuran.
Pengen cerita sikit hehe...
Saya dan suami dipertemukan melalui proses taaruf. Beliau teman dari suaminya teman saya dikantor. Dia yang kata teman saya waktu itu baru hijrah, sedang semangat menuntut ilmu agama dan terlihat punya kemauan dalam mengamalkan ilmunya. Sudah tidak merokok dan selalu sholat berjamaah dimesjid.
Rupa-rupanya teman saya ini sudah lama ingin mengenalkan kepada saya, yaaa secara lahiriah terlihat cocok, mungkin karena saya selalu tampil dengan jilbab syar'i serta tepat waktu dalam sholat. Tapi katanya selalu urung mengingat si suami kala itu dalam kondisi belum punya pekerjaan tetap.
Takdir Allah akhirnya niat teman saya tersampaikan.
Saya tidak bisa pungkiri bahwa lelaki yang selalu sholat berjamaah dimesjid, tidak merokok dan mau menyediakan waktunya untuk menuntut ilmu agama adalah kriteria saya. Meski belum pernah nampak wajah dan belum mapan secara finansial saya bersedia bertaaruf.
Kebetulan materi memang bukan syarat utama saya dalam mencari jodoh. Riwayat pendidikannya sudah cukup bagi saya sebagai pegangan masa depan. Berpotensi mapan meski mapannya entah kapan hehe...
Tohh Allah tidak akan selamanya membiarkan beliau dalam kesulitan ekonomi ya kenn....
Proses demi proses kami jalani. Bismillah.
Kala itu saya menyerahkan segalanya kepada Allah. Istikharah demi istikharah saya lakukan, memohon pertolongan Allah. Sampai-sampai kantung mata berubah warna jadi hitam karena kurang tidur.
Alhamdulillah semua urusan mudah. Padahal saya maupun suami sama-sama kesulitan dalam finansial. Klo Pertamina dimulai dari NOL. Kami malah dimulai dari MINUS wkwk...
Taaruf sekitar dua minggu langsung dua-duanya Ok. Suami yang waktu itu masih calon terlihat mantap. Saya aja yang kadang mantap kadang nga pengen. Tapi tetep Bismillah.
Februari 2015 taaruf, 15 Mei 2015 akad nikah.
Alhamdulillah jodoh memang sudah diatur. Dua-duanya tipikal yang tidak sulit beradaptasi. Kami tidak butuh waktu yang lama untuk saling dekat dan jatuh cinta (saya lo ya, nga tau suami kayak mana hehe).
Sekarang sudah dua tahun menikah saya masih belum bisa apa-apa kecuali bersyukur dan bersyukur. Ketika seorang hamba bertawakkal kepada Allah, bersabar menunggu ketetapan Allah, bersabar mentaati Allah, maka Allah akan beri melebihi apa yang kita bayangkan.
Andai Allah suruh pilih siapa yang duluan mengahadapNYA, Aku akan maju duluan. Nga sanggup rasanya hidup tanpa dia (ededeee....). Paginya masih jumpa, siangnya dah rindu lagi. Cem mana la ya kan.....Tak pe lah...yang penting halal & toyyib ^_^
Jadi intinya cuma mau bilang menikah via ta'arufan, why not?
Salah satu cara yang rasulullah ajarkan, sesuai syariat. Insyaallah Allah ridho. Allah berkahi. Allah yang akan karuniakan Sakinah, Mawaddah, Warahmah.
Klo nga percaya, gihh di coba 😀