Mei 2017

Minggu, 28 Mei 2017

Puasa Saat Hamil Trisemester 2


Alhamdulillah, Ramadhan kali ini sedang hamil 20 minggu. Trisemester 2, fase ternyaman sepanjang kehamilan. Sejauh ini belum ada keluhan sehingga memutuskan akan berpuasa full jika Allah mengizinkan.

Semangat puasa kali ini sebenarnya lebih kepada melepas rindu, karena taun lalu dalam keadaan nifas hehe, nga dapat berpuasa sama sekali.

Dan ini sudah hari ketiga berpuasa. Alhamdulillah kuat walaupun dihari pertama sempat agak pusing. Tapi masih dalam taraf belum mengkhawatirkan.

Untuk berjaga-jaga agar tidak lemas pada saat puasa (mengingat Saya lagi hamil), Saya selama tiga hari ini bersantap sahur ditemani segelas air rendaman kurma yang diblender.

Rendaman air kurma ini infused water kesukaan Rasulullah yang dikenal dengan nabidz.

7 butir kurma yang telah dibuang bijinya di rendam ke dalam dua gelas air yang disimpan dalam wadah tertutup dan dibiarkan selama min 8 jam. Boleh ditarok di dalam kulkas atau suhu ruangan. Setelah 8 jam diblender dan diminum deh. Hmmm segerr.. 

Diresep lain mereka tambahkan susu UHT. Saya belum coba karna direferesi lain disebutkan bahwa secara thibbun nabawi nabidz tidak baik dicampur susu.

Menurut beberapa sumber berikut khasiat air nabidz.

1. Sebagai pemulih tenaga.
2. Menetralisir kolesterol jahat di dalam tubuh.
3. Sumber zat besi.
4. Menjaga jantung dan tekanan darah.

Mungkin yang lagi hamil sama kayak Saya bisa juga mencoba ^_^


Nikmatnya Trisemester 2


Alhamdulillah, usia dedenya Habib sudah 20 minggu. Subhanallah gerakannya sudah mulai sering (pagi & malam) dan bisa dirasakan dengan rabaan. 

Ini hamil kedua. Jarak kehamilan cukup dekat. Tapi subhanallah menyenangkan. Allah beri banyak kemudahan (beda waktu hamil Habib dulu hiks..). 

Terutama di Trisemester dua ini nyaris tanpa keluhan :). Kecuali encok yang sejak gadis aja sudah encok hehe.

Makan apa aja sekarang enak euy...Nga ada lagi mual & muntah. Alergi bau-bauan sudah lama menghilang. Tidur nyenyak dan dede anteng didalam. Bepergianpun nyaman. Inilah istimewanya trisemster dua, masa ternyaman selama kehamilan.

Dua minggu lalu habis checkup, dokter bilang dede tumbuh dengan sehat. BBnya sudah 300gr.Dan yeayyyy dede insyaallah laki-laki. Kata dokter udah keliatan tunasnya hihi.....

Hmmmm kami memang berharap laki-laki, supaya keliatan seperti anak kembar dengan Habib. Hihiu....

Jauh hari sebelum dede ada, nama insyaallah sudah standby, saking semangatnya punya anak banyak. Jadilah koleksi nama hehe...

#namanya rahasia dulu yah....



Jumat, 26 Mei 2017

Happy Little Soul



Alhamdulillah, setelah berjuang mendapatkan bukunya segera setelah launching (berkat nga sabar) akhirnya selesai dibaca dalam waktu dua hari. 

Dengan syarat tidak dibaca dirumah (klo dirumah mesti adu kekuatan sama Habib yang selalu ngotot mo megang buku apa aja yang sedang dibaca umminya hihu...). 

Baca pas nunggu bus jemputan, baca pas istirahat, baca pas lagi nga ada kerjaan (kerjaan lagi nga ada yang urgent. red) hihi....*korupsi waktu 

Kesimpulan pertama dari Saya pribadi bahwa Mba @retnohening Ibuknya_Kirana, teman main Kirana adalah Ibu yang huebattt....

Beberapa hal berikut yang sudah beliau lakukan dan layak untuk para Ibu tiru ^_^

1. Ibu yang senantiasa belajar untuk sabar dalam menghadapi anak. Baik menghadapinya saat bermasalah (rewel.red) ataupun sabar dalam hal melatih tumbuh kembangnya. 

Terus berusaha menata hati untuk selalu bersikap baik & positif didepan anak. Tidak mudah marah karna hal-hal kecil. Berusaha untuk ikhlas dan mengingat bahwa perjuangan sebagai seorang Ibu adalah Ibadah. Ibu yang mengembalikan segala sesuatu kepada Rabbnya. Ibu yang banyak mengingat Allah kemudian menjadikan istighfar sebagai senjata penenang dikala sabar mulai menghilang.

2. Ibu yang menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak anaknya masih bayi. Membiasakan untuk berdo'a disetiap mengawali kegiatan. Sebagai muslim beliau memperlihatkan dan mengajarkan kegiatan ibadah rutin seperti sholat dan tilawah. 

Mengajarkan tentang empati, bagaimana berbagi, memberi dan memaafkan. Mengajarkan tentang etika yang diawali dengan membiasakan menggunakan kata please, sorry dan thangkyu.

3. Smart mom. Beliau Ibu yang kreatif. Memberikan stimulasi untuk perkembangan Kirana melalui mainan edukatif. 

Jika membeli mainan, beliau menyeleksi kemanan dan manfaat yang akan diberikan dari mainan tersebut. Tidak lupa juga menyeleksi sesuai harga jangan sampai over budget hehe...Beberapa jenis mainan beliau buat sendiri (saya sudah coba eksekusi satu). 

Sejak masih merah Kirana beliau ajak ngobrol, bernyanyi, bercerita dan membacakan buku. Hingga usia tiga tahun Kirana dekat dengan buku.

Hal lain yang juga menarik, mba @retnohening sengaja melibatkan anaknya dalam hal pekerjaan rumah tangga. Seperti menjaga kebersihan dan masak memasak. Dengan catatan memperhatikan keamanan, jangan sampai terjadi kecelakaan.

Kirana juga belajar dari video-video edukatif tentunya dibawah pengawasan mba @retnohening. Ingat ya dibawah pengawasan dan juga selektif.

4. Ibu yang menyadari bahwa dirinya bukanlah Ibu sempurna yang ketika melakukan kesalahan mencoba untuk memaafkan diri sendiri dan berusaha memperbaiki kesalahannya.

Belajar & terus belajar. Meski baperan yang penting moveon. Tidak menuntut anak sempurna.

Mba @retnohening juga pernah merasakan stress dalam menghadapi anaknya (katanya sampai menjambak-jambak diri sendiri didepan Kirana). Tapi akhirnya beliau sadar itu tidak seharusnya beliau lakukan.

5. Ibu yang mendedikasikan waktu dan fikirannya untuk membantu perkembangan anaknya. Memikirkan nilai apa yang ingin ditanamkan, pelajaran apa yang ingin diberikan, mainan apa dan sebagainya secara serius.

6. Ibu yang rendah hati. Diawal buku ini saya sudah merasakan kerendahan hati mba @retnohening. Beliau tidak sedikitpun membanggakan diri atas apa yang dilakukan. Malah selalu merasa jauh dari sempurna. Padahal beliau Ibu yang luar biasa (ini bagi saya pribadi lo ya).

So, mari kita para Ibu mengambil pelajaran dari seorang mba @retnohening, Ibuknya Kirana, temen main Kirana. Happy mom, jadilah Ibu yang bahagia agar anak-anak bahagia dan tumbuh dengan baik.

Semoga bermanfaat, jangan pernah sungkan dalam mencontoh hal-hal baik yang pernah dilakukan orang lain.

Bagi saya nga papa baperan melihat perkembangan anak orang lain asal bapernyafasatabiqul khairat ^_^

Selasa, 16 Mei 2017

Menikah via Taarufan, why not?



Yeayyy 15 Mei kedua terlewati....

2 tahun pernikahan. Alhamdulillah keberkahan demi keberkahan sudah dirasakan. Tiada yang ingin diucap selain bahasa kesyukuran.

Pengen cerita sikit hehe...

Saya dan suami dipertemukan melalui proses taaruf. Beliau teman dari suaminya teman saya dikantor. Dia yang kata teman saya waktu itu baru hijrah, sedang semangat menuntut ilmu agama dan terlihat punya kemauan dalam mengamalkan ilmunya. Sudah tidak merokok dan selalu sholat berjamaah dimesjid.

Rupa-rupanya teman saya ini sudah lama ingin mengenalkan kepada saya, yaaa secara lahiriah terlihat cocok, mungkin karena saya selalu tampil dengan jilbab syar'i serta tepat waktu dalam sholat. Tapi katanya selalu urung mengingat si suami kala itu dalam kondisi belum punya pekerjaan tetap.

Takdir Allah akhirnya niat teman saya tersampaikan. 

Saya tidak bisa pungkiri bahwa lelaki yang selalu sholat berjamaah dimesjid, tidak merokok dan mau menyediakan waktunya untuk menuntut ilmu agama adalah kriteria saya. Meski belum pernah nampak wajah dan belum mapan secara finansial saya bersedia bertaaruf. 

Kebetulan materi memang bukan syarat utama saya dalam mencari jodoh. Riwayat pendidikannya sudah cukup bagi saya sebagai pegangan masa depan. Berpotensi mapan meski mapannya entah kapan hehe...

Tohh Allah tidak akan selamanya membiarkan beliau dalam kesulitan ekonomi ya kenn....

Proses demi proses kami jalani. Bismillah.

Kala itu saya menyerahkan segalanya kepada Allah. Istikharah demi istikharah saya lakukan, memohon pertolongan Allah. Sampai-sampai kantung mata berubah warna jadi hitam karena kurang tidur.

Alhamdulillah semua urusan mudah. Padahal saya maupun suami sama-sama kesulitan dalam finansial. Klo Pertamina dimulai dari NOL. Kami malah dimulai dari MINUS wkwk...

Taaruf sekitar dua minggu langsung dua-duanya Ok. Suami yang waktu itu masih calon terlihat mantap. Saya aja yang kadang mantap kadang nga pengen. Tapi tetep Bismillah.

Februari 2015 taaruf, 15 Mei 2015 akad nikah. 

Alhamdulillah jodoh memang sudah diatur. Dua-duanya tipikal yang tidak sulit beradaptasi. Kami tidak butuh waktu yang lama untuk saling dekat dan jatuh cinta (saya lo ya, nga tau suami kayak mana hehe).

Sekarang sudah dua tahun menikah saya masih belum bisa apa-apa kecuali bersyukur dan bersyukur. Ketika seorang hamba bertawakkal kepada Allah, bersabar menunggu ketetapan Allah, bersabar mentaati Allah, maka Allah akan beri melebihi apa yang kita bayangkan.

Andai Allah suruh pilih siapa yang duluan mengahadapNYA, Aku akan maju duluan. Nga sanggup rasanya hidup tanpa dia (ededeee....). Paginya masih jumpa, siangnya dah rindu lagi. Cem mana la ya kan.....Tak pe lah...yang penting halal & toyyib ^_^

Jadi intinya cuma mau bilang menikah via ta'arufan, why not?

Salah satu cara yang rasulullah ajarkan, sesuai syariat. Insyaallah Allah ridho. Allah berkahi. Allah yang akan karuniakan Sakinah, Mawaddah, Warahmah.

Klo nga percaya, gihh di coba 😀

Kamis, 11 Mei 2017

Pindah Faskes 1 BPJS Kesehatan


Alhamdulillah Ibu berkunjung ke Batam. Sementara menemani cucu dulu. Takdir Allah Ibu sesampai di Batam sakit dan butuh pengobatan yang tidak ringan. Alhamdulillah beliau sudah terdaftar di BPJS Kesehatan.

Tapi kami terkendala dalam hal prosedur pengobatan, mengingat data BPJS Kesehatan Ibu faskes 1 masih alamat domisili di kampung.

Setelah konsultasi langsung ke kantor cabang BPJS Batam by phone, akhirnya tau bahwa Ibu harus pindah faskes ke Batam. Ternyata tidak serumit yang dibayangkan. 

Kami tinggal menyiapkan kartu BPJS Kesehatan Ibu yang asli, surat keterangan domisili sementara di Batam dari rt/rw setempat (fotokopi), KTP (fotokopi).

Datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan Batam, ambil nomer antrian customer service, isi formulir pindah faskes dan setelah nomer antrian dipanggil serahkan berkas-berkas.

Pihak CS akan memproses hingga beliau mencetak kartu BPJS Kesehatan yang dengan alamat faskes yang baru (faskes terdekat dari alamat domisili). Setelah itu ucapkan terimakasih lalu pulang deh...hehe...

Gampangkan? 
Yang penting datangnya pagi biar nga dapat nomer antrian besar ^_^

Minggu, 07 Mei 2017

Pizza Homemade


Kali ini insyaallah saya coba membagi apa yang saya dapat tentang cara membuat pizza homemade yang tak kalah enak, terjamin (sehat, bersih & halal), serta hemat (ini yang penting hehe).

Cara membuat pizza homemade by Ummah Kitchen (@Iin Pangabean).

Peralatan:

1. Loyang pizza.
2. Sarung tangan plastik.
3. Wadah tepung.
4. Oven.
5. Pemotong pizza.
6. Sendok makan.
7. Panci kecil.

Bahan dough (roti pizza) untuk 7 loyang pizza (loyang diameter 25cm):

1. 720gr tepung protein tinggi.
2. 300ml susu cair full cream.
3. 200gr butter/margarine.
4. 16gr yiest/ragi instan.
5. 200gr gula icing.
6. 2 butir telur.

Bahan toping:

Oregano, Mozarella, Paprika, Saos tomat/cabai, Bawang Bombay, Jagung, Jamur kancing, daging/ayam/tuna/sosis, dll sesuai selera.

Cara Buat:

1. Dengan menggunakan panci lelehkan margarine diatas kompor.

2. Angkat kemudian masukkan secara berurut susu cair, gula icing, telur, yiest.

3. Aduk perlahan hingga gula larut kemudian diamkan hingga yiest mengembang (sekitar 10 menit).

4. Siapkan 720gr tepung dan masukkan ke dalam wadah tepung yang sudah disediakan sebelumnya.

5. Setelah larutan margarine dan bahan lainnya mengembang, masukkan ke dalam wadah tepung. Kemudian uleni hingga kalis (Adonan terlihat lembek & tidak lengket).

6. Siapkan 7 buah loyang yang masing-masing loyang ditaburi sedikit terigu. 

7. Adonan yang sudah kalis dibagi menjadi 7, bulatkan dan letakkan masing-masing satu bulatan desetiap satu loyang.

8. Diamkan selama 1 jam (mengembang 2x lipat).

9. Setelah adonan mengembang, pipihkan dengan baik hingga seluruh permukaan loyang tertutup semua.

10. Oleskan saos tomat/cabe (sesuai selera) lalu taburkan topping (sesuai selera).

11. Panggang dalam oven suhu 160 derajat hingga matang sempurna (20 hingga 30 menit).

12. Setelah matang silahkan dipotong. Bisa juga dioleskan mayonize (sesuai selera). Pindahkan ke wadah lain dan pizza homemade siap santap.


Demikian, selamat mencoba dan semoga sukses yah....^_^



Selasa, 02 Mei 2017

Bagaimana Berempati



Suatu ketika saat pulang kampung Batam-Payakumbuh. Beli oleh-oleh yang ternyata golongan coklat, keripik dan kacang-kacangan semua.

Sesampai dirumah banyak yang bahagia. Semua kebagian. Kecuali satu orang.

Ibu bilang "Kenapa bawa yang keras-keras semua? Abahmu sudah tidak punya gigi...." 

Rasa bersalah menjalari relung hatiku. Sejauh inikah Aku dengan Abah. Hingga tidak "ngeh" kalau beliau sudah tidak punya gigi?. 

Tanpa bisa ku bantah bahwa saat itu Aku melupakan & tidak memikirkannya 😢

Mungkin ini yang disebut tidak care, tidak ada empati sebab sebelumnya Aku sudah tau gigi Abah sudah mulai rontok. 

Hal sederhana yang pasti menyedihkan buat Abah. Sebagai manusia biasa  hampir semua kita mengharapkan sebuah empati , terutama dari orang-orang yang kita sayang.

Tanpa meminta dibelikan oleh-oleh yang bertekstur lembut, harusnya Aku berempati kepada Abah. Sebagai anak Aku merasa berdosa. Sejak saat itu Aku selalu belikan bolu khusus untuk Abah jika hendak pulang kampung 😀😀

Bagiku itulah yang disebut empati alias care. Datang tanpa dipanggil. Memberi tanpa diminta. Ingat tanpa diingatkan.

Ini hanyalah salah satu contoh kasus. Banyak lagi yang lainnya. Bisa jadi memberikan kursi yang sedang diduduki untuk ibu hamil yang tidak kebagian tempat duduk diatas bus. Bisa berupa uluran beberapa lembar rupiah saat teman ketinggalan dompet atau mungkin kehilangan. Dan lain sebagainya.

Selamat belajar untuk menumbuhkan sifat mudah berempati. Sebelum empati kepada orang lain, keluarga lebih dulu berhak mendapatkan empati kita. 

Selamat belajar, terutama untuk diri saya sendiri.