Happy Little Soul

Jumat, 26 Mei 2017

Happy Little Soul



Alhamdulillah, setelah berjuang mendapatkan bukunya segera setelah launching (berkat nga sabar) akhirnya selesai dibaca dalam waktu dua hari. 

Dengan syarat tidak dibaca dirumah (klo dirumah mesti adu kekuatan sama Habib yang selalu ngotot mo megang buku apa aja yang sedang dibaca umminya hihu...). 

Baca pas nunggu bus jemputan, baca pas istirahat, baca pas lagi nga ada kerjaan (kerjaan lagi nga ada yang urgent. red) hihi....*korupsi waktu 

Kesimpulan pertama dari Saya pribadi bahwa Mba @retnohening Ibuknya_Kirana, teman main Kirana adalah Ibu yang huebattt....

Beberapa hal berikut yang sudah beliau lakukan dan layak untuk para Ibu tiru ^_^

1. Ibu yang senantiasa belajar untuk sabar dalam menghadapi anak. Baik menghadapinya saat bermasalah (rewel.red) ataupun sabar dalam hal melatih tumbuh kembangnya. 

Terus berusaha menata hati untuk selalu bersikap baik & positif didepan anak. Tidak mudah marah karna hal-hal kecil. Berusaha untuk ikhlas dan mengingat bahwa perjuangan sebagai seorang Ibu adalah Ibadah. Ibu yang mengembalikan segala sesuatu kepada Rabbnya. Ibu yang banyak mengingat Allah kemudian menjadikan istighfar sebagai senjata penenang dikala sabar mulai menghilang.

2. Ibu yang menanamkan nilai-nilai kebaikan sejak anaknya masih bayi. Membiasakan untuk berdo'a disetiap mengawali kegiatan. Sebagai muslim beliau memperlihatkan dan mengajarkan kegiatan ibadah rutin seperti sholat dan tilawah. 

Mengajarkan tentang empati, bagaimana berbagi, memberi dan memaafkan. Mengajarkan tentang etika yang diawali dengan membiasakan menggunakan kata please, sorry dan thangkyu.

3. Smart mom. Beliau Ibu yang kreatif. Memberikan stimulasi untuk perkembangan Kirana melalui mainan edukatif. 

Jika membeli mainan, beliau menyeleksi kemanan dan manfaat yang akan diberikan dari mainan tersebut. Tidak lupa juga menyeleksi sesuai harga jangan sampai over budget hehe...Beberapa jenis mainan beliau buat sendiri (saya sudah coba eksekusi satu). 

Sejak masih merah Kirana beliau ajak ngobrol, bernyanyi, bercerita dan membacakan buku. Hingga usia tiga tahun Kirana dekat dengan buku.

Hal lain yang juga menarik, mba @retnohening sengaja melibatkan anaknya dalam hal pekerjaan rumah tangga. Seperti menjaga kebersihan dan masak memasak. Dengan catatan memperhatikan keamanan, jangan sampai terjadi kecelakaan.

Kirana juga belajar dari video-video edukatif tentunya dibawah pengawasan mba @retnohening. Ingat ya dibawah pengawasan dan juga selektif.

4. Ibu yang menyadari bahwa dirinya bukanlah Ibu sempurna yang ketika melakukan kesalahan mencoba untuk memaafkan diri sendiri dan berusaha memperbaiki kesalahannya.

Belajar & terus belajar. Meski baperan yang penting moveon. Tidak menuntut anak sempurna.

Mba @retnohening juga pernah merasakan stress dalam menghadapi anaknya (katanya sampai menjambak-jambak diri sendiri didepan Kirana). Tapi akhirnya beliau sadar itu tidak seharusnya beliau lakukan.

5. Ibu yang mendedikasikan waktu dan fikirannya untuk membantu perkembangan anaknya. Memikirkan nilai apa yang ingin ditanamkan, pelajaran apa yang ingin diberikan, mainan apa dan sebagainya secara serius.

6. Ibu yang rendah hati. Diawal buku ini saya sudah merasakan kerendahan hati mba @retnohening. Beliau tidak sedikitpun membanggakan diri atas apa yang dilakukan. Malah selalu merasa jauh dari sempurna. Padahal beliau Ibu yang luar biasa (ini bagi saya pribadi lo ya).

So, mari kita para Ibu mengambil pelajaran dari seorang mba @retnohening, Ibuknya Kirana, temen main Kirana. Happy mom, jadilah Ibu yang bahagia agar anak-anak bahagia dan tumbuh dengan baik.

Semoga bermanfaat, jangan pernah sungkan dalam mencontoh hal-hal baik yang pernah dilakukan orang lain.

Bagi saya nga papa baperan melihat perkembangan anak orang lain asal bapernyafasatabiqul khairat ^_^

0 komentar :

Posting Komentar