Komunikasi Pasutri
Kemarin baru saja ngikutin seminar untuk menjaga keharmonisan Rumah Tangga. Temanya tentang Komunikasi Pasutri. Berikut saya coba share yaa...
Semoga Bermanfaat ^_^
KOMUNIKASI PASUTRI
Oleh ILMA. Psi. MM (Kepegawaian Pemko Batam)
PERMASALAHAN SUAMI ISTRI
Komunikasi Kurang Efektif
Komunikasi itu sangat penting. Membuat kepercayaan antara suami dan istri menjadi kuat jika dilandasi dengan kejujuran. Selain itu, komunikasi yang baik berupa canda dan tawa berperan penting untuk menghilangkan rasa bosan.
Inilah contoh jika suami dan istri kurang berkomunikasi : para suami beralasan bosan dirumah karena sang istri kurang memperhatikan penampilan. Tapi ada pula suami selingkuh padahal sang istri sangat cantik. Itu dikarenakan sempitnya waktu keduanya untuk lebih banyak berkomunikasi.
Romantisme Yang Memudar
Saat berpacaran dahulu, anda masih sangat segar untuk menghabiskan waktu bersama dan mencoba hal-hal baru dengan pasangan, seperti bertindak sebagai sahabat yang mengerti atau kekasih yang sangat mencintai.
Hingga akhirnya memutuskan untuk menikah. Setelah menikah justru banyak pasanyan yang romantismenya memudar, karena merasa tidak ada lagi yang perlu dijajaki. Hal ini bisa menyebabkan pasangan mudah emosi dan mempermasalahkan hal kecil menjadi besar penyebab terjadinya pertengkaran.
Seks Dan Keintiman
Seks dan keintiman juga masalah umum yang dialami oleh banyak pasangan dan seringkali menjadi manisfestasi dari berbagai masalah lainnya dalam perkawinan. Kurangnya seks dan keintiman bisa dijadikan hukuman bagi pasangan setelah bertengkar.
Sediakan waktu untuk bermesraan dengan pasangan, jika perlu, titipkan anak pada orangtua. Bereksperimen saat melakukan hubungan seks akan memberi bumbu-bumbu yang penting bagi sebuah perkawinan
Sediakan waktu untuk bermesraan dengan pasangan, jika perlu, titipkan anak pada orangtua. Bereksperimen saat melakukan hubungan seks akan memberi bumbu-bumbu yang penting bagi sebuah perkawinan
Keuangan
Masalah materi seringkali jadi permasalahan sensitif dalam hubungan rumah tangga. Banyak suami istri yang bertengkar akibat kurang terbuka dalam mengelola keuangan serta tidak merencanakan segala keinginan dan kebutuhan rumah tangga bersama. Masalah bisa bertambah besar apabila ternyata salah satu pasangan terlihat membeli barang kebutuhan yang tidak didukung oleh pasangannya.
Terbukalah kepada pasangan anda terutama masalah uang. Jika pasangan anda terlihat sedang butuh untuk keperluan pribadi, jangan diam saja tapi bicarakan berdua apa masalahnya. Karena dalam rumah tangga sudah bukan lagi masing-masing tapi kebersamaan atau saling.
Orang Ketiga
Pasangan yang sudah menikah, umumnya punya keterikatan satu sama lain. Sadar atau tidak, keduanya punya naluri yang akan “membisikkan” seandainya ada sesuatu yang berbeda mengenai pasangannya. Masalah terbesar muncul ketika ada orang ketiga yang dianggap mengusik rumah tangga. Bentuknya bisa apa saja seperti persahabatan yang “lewat batas” terutama dengan lawan jenis, hingga yang terparah yaitu perselingkuhan
Mertua
Masalah mertua ini besar hubungannya dengan penerimaan di keluarga pasangan. Jika hubungan dengan mertua relatif kurang baik, maka kemungkinan besar salah satu pihak akan membawa-bawa cara didik keluarganya dalam membesarkannya. Hal ini menjadi suatu perbandingan yang jelas tidak akan disukai oleh pasangan yang sudah menikah.
Kebersihan Dan Kerapihan
Masalah kebersihan juga dapat memicu pertengkaran. Seorang istri umumnya memiliki dorongan untuk menyusun, merapihkan, dan meletakkan segala sesuatu di tempatnya serta memberi kenyamanan bagi suami dan anak-anaknya. Sayangnya banyak suami yang tidak memahami ini dan malah menambah keadaan rumah acak-acakan kembali.
Ajak suami untuk bersama-sama membersihkan lingkungan satu minggu sekali, karena selain rumah akan bersih waktu berdua juga dimanfaatkan sangat baik. Maka anda dan pasangan akan selalu kompak.
Anak
Anak merupakan buah hati sekaligus tanda cinta dalam rumah tangga. Hanya saja terkadang hal ini bisa berubah menjadi perselisihan ketika salah satu pihak memiliki cara sendiri dalam menerapkan pola didikan bagi anaknya namun tidak sejalan dengan pihak lainnya. Masalah lainnya juga sering muncul ketika pasangan tidak seragam dalam menerapkan pola didik.
Over-Posesif
Ketergantungan, takut kehilangan, dan rasa cinta berlebih pada pasangan memungkinkan muncul rasa kepemilikan yang besar. Sayangnya banyak pasangan yang kemudian menjadi berlebihan.
Overposesif berakibat sangat buruk dalam hubungan rumah tangga, karena selain menciptakan kesalahpahaman dan menghambat salah satunya, keadaan ini juga secara tidak langsung memenjarakan keinginan salah satu pasangan.
Saling percaya di dalam suami – istri sangat diperlukan, lakukanlah hal-hal yang boleh dan jangan pernah mencoba hal-hal yang tidak boleh ketika sudah berumah tangga. Jaga perasaan suami maupun istri, maka tidak akan timbul over posesif terhadap pasangan
Sistem Rumah Tangga
Rumah tangga yang sehat dijalankan dengan pembentukan keputusan dua belah pihak. Baik dalam cara mengurus anak, hingga keputusan besar yang berhubungan dengan orang lain. Sayangnya masih banyak pasangan suami istri yang akhirnya bertengkar hanya karena satu pihak merasa tidak dianggap ketika pihak yang lain membuat suatu keputusan.Saling menghargai dalam rumah tangga adalah hal yang sangat penting
CARA MEMPERBAIKI KOMUNIKASI
1. Jangan Berasumsi
Berkomunikasi (yang baik dan benar) tidak mudah. Terutama dalam situasi yang sulit atau sensitif. Jadi, jangan menginterpretasikan atau mengasumsikan bahwa Anda tahu persis pikiran dan maksud lawan bicara. Lebih baik tanya, minta penjelasan atas apa yang diutarakan untuk memastikan Anda mengerti apa yang disampaikan.
Berkomunikasi (yang baik dan benar) tidak mudah. Terutama dalam situasi yang sulit atau sensitif. Jadi, jangan menginterpretasikan atau mengasumsikan bahwa Anda tahu persis pikiran dan maksud lawan bicara. Lebih baik tanya, minta penjelasan atas apa yang diutarakan untuk memastikan Anda mengerti apa yang disampaikan.
2. Selalu merasa paling benar
Tujuan berkomuniasi adalah untuk saling mengerti. Bila tujuan berkomuniasi untuk membuktikan bahwa Anda (yang paling) benar, Anda hanya akan merusak hubungan dengan lawan bicara. Hal ini umum terjadi dan merupakan perilaku yang sangat merusak. Jangan pernah berkomunikasi hanya karena ingin menjadi yang paling benar. Percayalah, hal ini tidak akan berhasil.
3.Mengungkit masalah lama
Jangan mengungkit-ungkit persoalan yang sudah lewat, kecuali memang diperlukan untuk memberikan penjelasan. Tidak ada alasan bagi Anda untuk membicarakan permasalahan lama. Bila mempunyai masalah dengan sesuatu yang dilakukan pasangan, yang terbaik Anda lakukan adalah langsung mengatakannya saat itu juga padanya.
4. Menguniversalkan pendapat pribadi
Hal ini merupakan kesalahan yang sering terjadi. Semua orang pasti pernah dan sering melakukannya. Bila membuat pernyataan yang memperlihatkan semua orang di "kelas", kelompok, atau keluarga Anda dan merasa mereka punya pikiran yang sama, berarti Anda menguniversalkan pendapat pribadi.
Contohnya, Anda mengatakan, "Semua orang sudah tahu" atau "Orang-orang tahu, kok, apa yang saya katakan pasti benar."
5. Jangan bikin pasangan bingung
Sangat penting untuk menyadari bahwa dengan siapa pun kita berhadapan, kita harus berpikiran positif dan menyadari bahwa lawan bicara berusaha jujur dalam berkomunikasi dengan Anda walaupun cara yang digunakan dan diperlihatkannya mungkin terbatas dan tidak efektif. Setiap orang dapat melakukan kesalahan. Bahkan kadang kesalahan yang serius.
Dari waktu ke waktu, orang berada dalam situasi yang membuatnya marah dan menyebabkan dia melakukan suatu tindakan yang akhirnya disesalinya atau disadarinya tidak berguna dan tidak perlu. Bila melihat apa yang telah dilakukan, biasanya seseorang cenderung untuk berperilaku lebih baik.
6.Membandingkan
Perlakukan setiap orang sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Sikap membeda-bedakan hanya akan merusak komunikasi antara Anda dan lawan bicara. Ingat, tindakan lebih keras daripada kata-kata.
Bila mengatakan suatu hal dan bersikap sebaliknya atau bila berperilaku berdasar prinsip yang Anda terapkan kepada orang-orang di sekitar tetapi tidak Anda terapkan kepada diri sendiri, maka kontradiksi ini akan tampak dan membuat orang tersinggung dan marah.
7.Menggunakan bahasa negatif
Bahasa emosional yang negatif seperti, "Kamu tidak pernah mendengar apa yang saya katakan" atau "Kamu selalu mengatakan itu" atau "Kamu betul-betul membenci saya" atau "Kamu memang tidak mau mendengar" semua ini merupakan contoh bahasa emosional yang negatif. Bahasa ini tidak memberikan jalan keluar.
Jangan ucapkan kata-kata seperti "tidak pernah" dan "selalu" bila berbicara. Sebaliknya, katakan "Kadang-kadang saya merasa kamu tidak terlalu memperhatikan apa yang saya katakan. Apa pendapat kamu mengenai apa yang saya katakan tadi?". Dengan demikian Anda akan mengetahui apakah lawan bicara memperhatikan atau tidak apa yang Anda katakan.
8.Tidak menghargai sikap positif
Kesalahan seperti ini juga sering dilakukan. Misalnya, Anda minta pasangan atau lawan bicara untuk mengubah nada suaranya bila berbicara dengan Anda. Anda memintanya agar berbicara lebih manis.
Bila akhirnya pasangan atau lawan bicara mengikuti kehendak Anda, Anda justru mengatakan, "Tumben kamu baik, jangan-jangan ada sesuatu yang kamu mau. Kamu pikir saya bodoh!" Banyak sekali contoh mengenai hal ini.
Oleh karena itu, bila Anda meminta sesuatu dan akhirnya mendapatkannya, hargai dan jangan mencelanya. Sebaliknya, katakan terima kasih karena ia telah bersedia memenuhi permintaan
9. Berbohong
Apakah Anda senang bila dibohongi? Apakah Anda berharap orang yang dekat dengan Anda berbohong pada Anda? Jawabannya pasti "Tidak". Oleh karena itu, pastikan Anda jujur. Dengan cara ini, otomatis Anda memberi contoh dan memberi gambaran ingin agar orang di sekitar Anda jujurpada Anda dan bila tidak, Anda berhak untuk mengeluh. Tetapi bila Anda tidak jujur maka Anda tidak berhak untuk mengeluh.
Kejujuran merupakan cara yang terbaik dan hanya satu-satunya cara untuk meyakinkan bahwa Anda mendapatkan apa yang Anda perlukan.
10. Membiarkan campur tangan dari luar
Bila situasi menjadi lebih keruh dan harus diatasi, bicarakan langsung pada pasangan. Terutama bila ada hal yang perlu Anda jelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Tidak ada gunanya membicarakan masalah seseorang kepada orang lain sebelum Anda berusaha menyelesaikan permasalahannya dengan orang yang bersangkutan.

