Sumber Kebahagiaan
Yang miskin mengira kekayaan membahagiakan. Yang sakit berfikir kesehatan membahagiakan. Yang belum menikah merasa seolah akan bahagia dengan pernikahan. Yang belum dikaruniai anak menyangka anak akan menjadi sumber kebahagiaan.
Hampir setiap kita mengira bahwa dunialah yang akan memberi kebahagiaan.
Kecukupan dunia tiadalah mampu membahagiakan hati yang lalai dan penuh kemaksiatan. Meski tertawa tapi jiwamu hampa. Terlihat makmur sejatinya gersang. Meski punya segalanya, tetap ada yang kurang.
Ingatan balik ke masa lalu. Saat dimana sakit pernah singgah. Kehilangan pekerjaan. Keluarga yang berantakan. Status yang masih saja single disaat teman sesama besar sudah pada punya anak. Tapi, bahagia tetap menghiasi jiwa. Jiwa jauh dari hampa apalagi yang namanya gersang. Allah lagi, Allah terus. Kedekatan dengan Allah membuat kesusahan dunia tiadalah berarti.
Kesenangan dunia bukanlah segalanya. Tidak ada yang paling membahagiakan kecuali mencintai dan dicintai Allah. Mendekat-dekat kepadaNYA menentramkan, membahagiakan, membuat jiwa tenang. Aku percaya bahwa benar adanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.
Bersyukur disaat lalai Allah peluk kembali. Setelah bergelimang kesia-siaan, kehilangan rasa nikmat beribadah kepadaNYA lalu Allah ingatkan kembali. Kegelisahan adalah kode tidak terurusnya hati.
Muhasabah (intropeksi) diri penting. Sebelum terlalu jauh menjauh.


0 komentar :
Posting Komentar