Kerapihan Rumah Dan Balita.

Kamis, 13 April 2017

Kerapihan Rumah Dan Balita.


Setiap orang memiliki fitrah mencintai keindahan dan kerapihan. Terutama wanita. Begitu juga dengan saya. Rumah rapi salah satunya.

Tetapi sejak memiliki bayi yang telah tumbuh menjadi batita, memiliki rumah yang selalu rapi sepanjang hari sudah ternomer duakan dalam deretan impian saya.

Si kecil hari demi hari semakin aktif dan semakin ingin tau. Mulai saat bisa merangkak, segalanya di obok-obok. Kain-kain yang dilipat. Barang-barang dilemari. Yang paling favorit baginya adalah rak piring mini (satu-satunya rak piring yang kami punya hehe).

Saya ingin memberikan kebebasan kepada anak saya dalam tumbuh & berkembang. Sehingga jarang sekali saya memberikan larangan kecuali jika itu berbahaya. Memakan segala sesuatu misalnya.

Saya hanya memastikan disetiap sudut rumah tidak ada yang membahayakan. Seperti aliran listrik (semua colokan dan charger diamankan). Atau benda-benda tajam, apapun yang terbuat dari kaca maupun yang mengandung racun dijauhkan dari jangkauan sikecil. 

Selebihnya boleh diobok-obok. Walaupun dengan konsekuensi rumah tidak akan bisa rapi disepanjang hari kecuali saya punya cadangan energi yang banyak untuk tiap sebentar merapikan segalanya.

Yups rumah akan rapi hanya saat si kecil bobo dan beberapa menit sebelum ayahnya pulang hihi. Itupun supaya tidak ada komentar "rumah kenapa berantakan?". Kadang sebagian laki-laki sering lupa klo punya anak balita.

Bukan lagi sesuatu yang aneh saat wadah, sendok nasi atau apapun (yang pasti terbuat dari bahan plastik) tergeletak tidak pada tempatnya. Di kasur, di lemari tv bahkan di teras rumah.

Yang pasti, saya selalu berusaha untuk tidak mengabaikan kebersihan, terutama lantai. Jangan sampai ada sampah, sekecil apapun dilantai. Karna sikecil biasanya memungut apa saja lalu reflek memasukkannya ke mulut. Ini yang kadang membuat saya histeris saat kecolongan.

Punya balita bagi sebagian orang mungkin agak melelahkan. Tapi alangkah rugi nya jika moment ini tidak dinikmati. Toh semua nanti akan berlalu dan kelak disaat rumah kita selalu rapi & anak-anak semakin besar, kita akan merindukan rumah berantakan itu kembali. Rumah yang tak obahnya seerti kapal pecah...

Yukkk ibu-ibu semangat...
Untulk selalu menjadi Ibu bahagia.


0 komentar :

Posting Komentar