Puisi "KAU"
Beribu langkah ku jalani
Tunas patah tumbuh dan musim pun berganti
Pernah hujan dan rintiknya mengajakku menari
Sejenak saja, lalu kembali lagi rinduku tentangmu
Langit berpelangipun sekejap sendu
Beribu juta entah apa lagi hitungan detik yang telah ku lewatkan
Menantimu
Seperti anak kunci kehilangan induk
Kumencarimu
Aku lelah berpayah, air mata hampir saja darah
Sekuat tenaga yang ada berupaya ku jaga
Kau tau? Mau saja rasanya ku benamkan diri kedalam tanah
Untuk sesuatu "segumpal darah"
Dan......
Kini benar tinggal lima centi.
Sekali saja KAU ku tatap lebih lama,
Aku mati rasa.
Batam, 06 April 2015
Tunas patah tumbuh dan musim pun berganti
Pernah hujan dan rintiknya mengajakku menari
Sejenak saja, lalu kembali lagi rinduku tentangmu
Langit berpelangipun sekejap sendu
Beribu juta entah apa lagi hitungan detik yang telah ku lewatkan
Menantimu
Seperti anak kunci kehilangan induk
Kumencarimu
Aku lelah berpayah, air mata hampir saja darah
Sekuat tenaga yang ada berupaya ku jaga
Kau tau? Mau saja rasanya ku benamkan diri kedalam tanah
Untuk sesuatu "segumpal darah"
Dan......
Kini benar tinggal lima centi.
Sekali saja KAU ku tatap lebih lama,
Aku mati rasa.
Batam, 06 April 2015

0 komentar :
Posting Komentar