Puisi "Sesal"
Memang ada rasa sesal.
Andai saja Aku tau begini cara menemukanmu.
Dipenghujung senja harapanku.
Kau datang.
Setelah sebelumnya.
Aku menghabiskan usia,
Menerka-nerka siapa saja yang menurut akalku "mungkin".
Berharap, kecewa, berharap lagi, kecewa lagi.
Berkali-kali.
Jatuh bangun.
Gagal, gagal dan gagal lagi.
Kau tau?
Aku seperti balita kehilangan mainan.
Kumencarimu kemana saja aku mampu.
Bertanya kepada siapa saja yang ku temui.
Andai bisa diulang.
Aku hanya akan duduk manis menunggumu diberanda rumahku.
Melalui hari-hari sambil menikmati secangkir kopi atau teh.
Ahhh ada-ada saja.
Aku jadi ingin tertawa.
Tentu saja itu tidak mungkin.
Jika begitu, manalah nikmat bersua denganmu ^_^
Batam, 04 Agus 2015
Andai saja Aku tau begini cara menemukanmu.
Dipenghujung senja harapanku.
Kau datang.
Setelah sebelumnya.
Aku menghabiskan usia,
Menerka-nerka siapa saja yang menurut akalku "mungkin".
Berharap, kecewa, berharap lagi, kecewa lagi.
Berkali-kali.
Jatuh bangun.
Gagal, gagal dan gagal lagi.
Kau tau?
Aku seperti balita kehilangan mainan.
Kumencarimu kemana saja aku mampu.
Bertanya kepada siapa saja yang ku temui.
Andai bisa diulang.
Aku hanya akan duduk manis menunggumu diberanda rumahku.
Melalui hari-hari sambil menikmati secangkir kopi atau teh.
Ahhh ada-ada saja.
Aku jadi ingin tertawa.
Tentu saja itu tidak mungkin.
Jika begitu, manalah nikmat bersua denganmu ^_^
Batam, 04 Agus 2015

0 komentar :
Posting Komentar