Demam Panas
Nga biasa-biasanya yang jagain Habib nelfon. Feeling langsung nga enak.
Ups Habib demam panas. Suhu badannya 38° C. Saya agak gemetar, ini demam pertamanya. Diusia 8 bulan. Langsung kabari Bapaknya. Sama, kami sama-sama panik karna anak kakak ipar kami biasanya sudah kejang jika panasnya mencapai 38° C.
Ya, akhirnya kami berdua memutuskan izin dari tempat kerja dan segera jemput Habib dan membawanya pulang.
Setiba dirumah kami cek suhu tubuh Habib naik menjadi 39,4 °C. Saya sudah mulai panik dan membeli obat yang mengandung parachetamol atas petunjuk dokter.
Agak rewel & maunya digendong. Bibirnya memerah, mata berair dan sesekali Habib mengeluarkan lidahnya. Setelah diminumkan obat malah suhu badan menjadi naik ke angka 39,9°C.
Bersyukur Habib masih mau menyusu. Kami memberinya susu sesering mungkin, melucuti pakaiannya hingga yang tersisa singlet saja. Kemudian mengusap-usap badannya dengan kain basah.
Dari siang hingga isya panasnya naik turun. Lagi-lagi bersyukur karna Habib tidak menangis asal digendong. Sesekali mengerang saat suhu badannya sangat tinggi.
Pengalaman yang cukup menegangkan, saya sendiri sempat menangis karna panik plus kasihan. Keceriaannya hilang seketika, mengerang-erang karena panas tinggi.
Alhamdulillah jam 10 malamnya Habib tertidur dan perlahan hingga pagi suhu badannya terus turun. Bersyukur sekali karena Habib tidak kejang, tidak muntah dan tidak ngajak kami bergadang :).

0 komentar :
Posting Komentar