Hamil itu Siaga
Kehadiran Habib menjadi karunia yang tak ternilai dalam keluarga kecil kami. Sebenarnya sudah telat menceritakan hal ini mengingat usia Habib kini sudah menginjak 10 bulan, tapi demi sebuah kenangan tak apa la ya kan.....hehe
Selama masa kehamilan Habib, hampir setiap bulannya kami merasa cemas. Entah memang kondisi yang harus dicemaskan atau mungkin karena kami adalah calon orang tua baru yang minim pengalaman.
Diusia kehamilan 5 minggu saya mengalami flek hampir sepuluh hari. Pada saat check up dokter menyarankan untuk bedrest dulu sampai flek nya berhenti karna ada indikasi rahim lemah yang rentan dengan keguguran. Sejak itu bulan demi bulan kami sangat berhati-hati. Selain bekerja tidak ada aktifitas yang saya kerjakan. Semua pekerjaan rumah tangga stop dan menjadi tanggungjawab suami. Mungkin agak lebay tapi itulah yang terjadi saat itu. Selama tri semester pertama suami menjadi suami siaga teladan yang ternyata mampu mengcover semua. Sepertinya beliau punya bakat dalam hal kerumah tanggaan...
Kecemasan kembali datang di tri semester 2 akhir. Perut saya sering tegang, keras dan rasanya mau meletus (lebay.com). Habib pun tidak banyak bergerak jika perut saya tegang. Setelah konsul ternyata terjadi kontraksi dini yang seharusnya belum terjadi diusia kehamilan ini. Dokterpun memberikan lampu kuning, awas jika ibu tidak banyak istirahat bayi ini bisa lahir PREMATUR. Lagi dan kehadiran saya ditempat kerja diwarnai dengan cuti, izin, sakit.
Di trisemester tiga saya tidak boleh banyak berjalan. Tidak banyak aktifitas. Dikondisi ini saya dituntut untuk banyak sabar dalam mendengarkan saran-saran orang sekitar.
"usia kehamilan segini kamu harus banyak jalan lho....supaya bisa lahiran normal. Banyak-banyak gerak, jangan malas bla...bla....".
Saya cuma balas senyum manis tapi agak pait hehe...
Tidak mungkin kan kondisi kehamilan harus share ke semua orang? Kita yang sedang menjalani kehamilan yang paling mengerti kondisi kehamilan kita :)
Akhirnya hingga usia kandungan 7 bulan bisa dilewati dengan status aman, meski hari-hari harus mengkonsumsi obat pengurang kontraksi. Obat mungil sebiji padi yang kalau diminum kepala akan pusing dan dada berdebar.
Yups akhirnya masuk ke bulan 8. Masih banyak istirahat, tidak banyak jalan dan tetap konsumsi obat. Kontraksi dini mulai berkurang tetapi setiap jalan 3 M vagina terasa ngilu. Ouh ternyata Habib sudah tidak sabar ingin keluar. Kepalanya sudah masuk ke area pinggul. Kata dokter ini terlalu cepat. Lagi, jangan banyak gerak dan aktifitas plus konsumsi obat agar Habib tidak lahir prematur.
Diusia kehamilan 36 minggu saya sudah mulai merasa sesekali mules. Tapi mungkin dalam seminggu cuma datang dua kali. Suatu hari di usia kehamilan 36 minggu itu saya mengalami "basah". Saat rukuk dan sujud sholat ada cairan yang keluar. Saya check berwarna bening dan tidak berbau. Langsung googling. Oh NO! Apakah ini yang bernama air ketuban? Bukankah belum waktunya? Panik.
Saya bingung karna bertepatan degan hari minggu. Tidak ada dokter kandungan yang punya jadwal praktek dihari minggu. Alhasil kami ke bidan. Buat memastikan cairan apakah yang sedang keluar ini? Akhirnya konsul dan check up. Bidan meraba-raba perut saya untuk mengukur usia kehamilan. Dan dia bilang bayi saya sudah siap lahir karna dilihat dari perut saya usia kehamilan sudah 39 minggu? Whatttt??? tidak mungkin kata saya dalam hati. Haid yang teratur tidak mungkin salah hitung. Ditambah lagi cek dalam dan bilang klo kemungkinan yang keluar memang ketuban.
Saya tidak puas dan esoknya, senin kami ke dokter kandungan tempat saya biasa kontrol. Alhamdulillah usia kehamilan memang 36 minggu jalan 37 minggu. Dan cairan itu bukan ketuban, tapi keputihan. Hanya saja BB Habib masih kurang dan harus ditambah. Kemudian air ketuban sebelah kiri mulai berkurang. Sedikit lega meski ada PR buat nambah BB Habib.
Dan sepuluh hari kemudian ketemu dokter itu lagi, bukan untuk kontrol tetapi untuk lahiran Habib Abdurrohman. Bagaimana proses lahiran, sesi lain akan kami bagi pengalamannya.
Hamil memang tidak mudah, yang penting iklas dan selalu positif thingking. Rutin kontrol kehamilan dan ikuti petunjuk dokter dengan baik. Banyak-banyak membaca agar punya ilmu tentang kondisi kehamilan. Pokoknya sejak dalam kandungan berikan yang terbaik.


0 komentar :
Posting Komentar