Home » All posts
Selasa, 18 Agustus 2015
Selasa, 04 Agustus 2015
Puisi "Sedingin Gerimis"
1:05:00 AM Maiyade Laila Yane
Perasaanmu sedingin gerimis.
Bahkan mungkin perih.
Yang namanya gerimis tidak pernah lama.
Akan kutunggu. Kubiarkan.
Hingga gerimismu reda.
Kau harus tau,
Sedari kemarin.
Aku disini termangu.
Kadang dada sesak kadang tidak.
Masih bisakah aku memilih untuk tidak tau apapun?.
Senin, 03 Agustus 2015
Puisi "Sesal"
11:53:00 PM Maiyade Laila Yane
Andai saja Aku tau begini cara menemukanmu.
Dipenghujung senja harapanku.
Kau datang.
Setelah sebelumnya.
Aku menghabiskan usia,
Menerka-nerka siapa saja yang menurut akalku "mungkin".
Berharap, kecewa, berharap lagi, kecewa lagi.
Berkali-kali.
Jatuh bangun.
Gagal, gagal dan gagal lagi.
Kau tau?
Aku seperti balita kehilangan mainan.
Kumencarimu kemana saja aku mampu.
Bertanya kepada siapa saja yang ku temui.
Andai bisa diulang.
Aku hanya akan duduk manis menunggumu diberanda rumahku.
Melalui hari-hari sambil menikmati secangkir kopi atau teh.
Ahhh ada-ada saja.
Aku jadi ingin tertawa.
Tentu saja itu tidak mungkin.
Jika begitu, manalah nikmat bersua denganmu ^_^
Batam, 04 Agus 2015
Puisi "Tinggalkanlah Saja"
11:29:00 PM Maiyade Laila Yane
Tinggalkan sajalah harapan.
Supaya utuh kau rasa nikmatnya kejutan.
Akan bergetar-getar jiwamu.
Terharu.
Menggenang-genang air matamu.
Terharu.
Nafas sedikit berpacu.
Naik turun dadamu, waktu itu kau terharu.
Ahhh....sudahlah...
Jujur saja tak pandai.
Bila harus ku uraikan rasa nikmat itu padamu.
Sekali lagi ku katakan,
Tinggalkan sajalah harapan.
Jika memang sedang menanti.
Akan utuh kau rasa nikmatnya.
Batam, 03 Agustus 2015
Senin, 15 Juni 2015
Puisi "Apa itu Cinta"
12:47:00 AM Maiyade Laila Yane
Cinta...Apa yang kau tau tentang Cinta?
Apakah asmara yang selalu bergelora
Atau rindu yang tiap detik menyapa?
Atau sikap manja mesra
Atau sentuhan lembut nan menggoda
Apakah bagimu itu yang disebut Cinta??
Ahhh....
semua yang kau kira Cinta itu fana lagi sementara.
Mendekatlah...
Akan kubisikkan kepadamu tentang apa itu Cinta.
Khawatir bila ia jauh dariNYA, itu Cinta.
Takut bila ia membuang waktunya sia-sia, itu Cinta.
Risih bila ia tidak menjaga pandangannya, itu Cinta.
Kesal bila sholatnya tidak dijaga, itu Cinta.
Benarlah apa kata Anis Matta.
Tidak lah disebut Cinta bila dua insan tidak saling memberi dan saling menumbuhkan.
Bergandengan tangan saling membantu menuju keridhoan Rabb nya.
Itulah Cinta.
Saling mencintai karena mengharapkan CintaNYA.
Batam, 15 Juni 2015
Special 4 u
Love You Coz Allah
Senin, 27 April 2015
Cerpen "Bumbu"
2:54:00 AM Maiyade Laila Yane
Kang Adi nampak tersenyum dan menggelengkan kepala sambil berlalu.
Selang beberapa detik, "Subhanallah...Alhuakbarr....Ya Allah rasanya lebih nikmat dari masakan Kang Adi..." pemuda itu terlonjak kegirangan.
"Innalillah.....Ayo ayo dek cepat kita harus melihat kondisi Kang Adi...."
By. Maiyade Laila Yane
Jumat, 24 April 2015
PUISI "Selamat Tinggal"
2:27:00 AM Maiyade Laila Yane
Melawan arah angin.
Lembaran-lembaran kisah.
Satu persatu direnggut, Angin.
Terbang jauh tertinggal, tak ada yang bersisa.
Selamat tinggal.
Mata terpejam.
Terasa.
Angin lembut membelai wajah.
Saat mata terbuka.
Hamparan birunya lautan.
Penuh harapan.
Senyuman termanis,
Untukmu masa depan.
Batam 27 November 2014
By Maiyade Laila Yane
Puisi "Damai"
2:21:00 AM Maiyade Laila Yane
Kesakitan dan kegerahanku terhadap hariku
Luluh lantak dalam dekapan-Mu
Ada cahaya,
Disaat buliran itu berjatuhan bersama lirih.
Aku memujiMu
Tau
Kemanapun kaki pergi,
Aku pilih kembali.
Karena dalam pelukanMu itu,
Damai.
Ditemaram cahaya seprtiga malam,
Gelap lelap, Aku terjaga
Penuh puja dan puji cinta.
Batam, 01 Des 2014
By Maiyade Laila Yane
Senin, 06 April 2015
Puisi "KAU"
2:34:00 AM Maiyade Laila Yane
Tunas patah tumbuh dan musim pun berganti
Pernah hujan dan rintiknya mengajakku menari
Sejenak saja, lalu kembali lagi rinduku tentangmu
Langit berpelangipun sekejap sendu
Beribu juta entah apa lagi hitungan detik yang telah ku lewatkan
Menantimu
Seperti anak kunci kehilangan induk
Kumencarimu
Aku lelah berpayah, air mata hampir saja darah
Sekuat tenaga yang ada berupaya ku jaga
Kau tau? Mau saja rasanya ku benamkan diri kedalam tanah
Untuk sesuatu "segumpal darah"
Dan......
Kini benar tinggal lima centi.
Sekali saja KAU ku tatap lebih lama,
Aku mati rasa.
Batam, 06 April 2015
Kamis, 18 Desember 2014
Cerpen "Ada Jingga Dimataku"
8:46:00 PM Maiyade Laila Yane
